Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oleh Samsat Depok Di Kecamatan Sukmajaya
Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oleh Samsat Depok Di Kecamatan Sukmajaya
PantauTetkini.com,Depok-Sosialisasi Optimalisasi Pendapa tan Daerah ( OPD ) Samsat Sukmajaya menggandeng Muspika Kecamatan Sukmajaya mengenai pajak kendaraan guna menunjang pendapatan daerah.Senin,(04/08/2025).
Lina Parlina sekaligus koodinator kegiatan sosialisasi.Ketua Tim Pendataan dan penetapan Pajak Samsat Depok.Lina Parlina mengata kan,kegiatan ini merupakan perwujudan dari program yang di jalankan oleh Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi mengenai percepatan dan perkembangan Pajak Daerah yang di kelola oleh pihak Samsat daerah, terutama Samsat Kota Depok.
"Sosialisasi tentang pembeba san tunggakan pokok pajak yang di alami pemilik kenda raan bermotor ,membuat pendapatan daerah sangat signifikan,apalagi di perpanjang masa pemutihan pajak ini hingga 30 September 2025 ini" terangnya..
Ia menambahkan,"Program pemutihan pajak ini kepada bebas tunggakan pokok, hal ini sangat luar biasa yang di lakukan Samsat kota Depok,yang berbeda dengan provinsi lain yang hanya bebas denda saja, kalau di depok tunggakan pokok pun gratis."
Lina Parlina mengajak masyarakat manfaatkank egiatan ini di gelar di Aula gedung Kecamatan Sukmajaya,yang di hadiri ketua team Samsat yang di kordinir Lina Parlina bersama Jajaran stafnya.
Para Lurah di Kecamatan Sukmajaya Depok Jawa Barat menghadiri acara SosialisasiSedangkan darri pihak kecamatan Sukmajaya di wakili oleh Sekcam Achmad Munandar beserta jajarannya, Kapolsek Sukmajaya AKP Rizky Firmansyah, Koramil, dan seluruh lurah kecamatan Sukmajaya,Karang Taruna Sukmajaya, LPM ,serta stakeholder,dan lainnya.
Lina Parlina, menuturkan, program pemutihan ini akan menghapus denda dan pokok tunggakan pajak bermotor, seperti pajak motor selama lima tahun atau lebih yang belum di bayar ,maka tetap yang di bayar hanya 1 tahun ,” tuturnya.
Sementara' itu, staf Tim Pendataan dan penetapan Pajak Samsat Depok. Renaldi mengatakan, dalam sosialisasi juga menyampaikan tentang kendaraan mutasi masuk pun gratis ,baik dari Jakarta, Banten dan luar Provinsi lainnya, hanya membayar PNBP nya saja. begitu juga biaya pajak PNBP nya gratis juga ,” terangnya..
Renaldi mengakui, perolehan dana pajak Samsat Depok yang paling tinggi,ada juga dana option, yaitu dana bagi hasil yang akan di kirim ke Pemkot sebesar 40 persen.dan untuk Pemkot Depok sendiri sudah mencapai 500 milyar / tahun untuk penghasilan pajak dari kendaraan bermotor.
Disebutkan, di lihat dari target perolehan pendapatan daerah di angka 4 triliun APBD Kota Depok ,maka Pemkot Depok sudah menyumbang 20 persen. Hal ini sudah sangat membantu baik provinsi dan Kota Depok sendiri.
"Karena 20 persen APBD Kota Depok berasal dari kendaraan bermotor yang di peroleh dari sharing provinsi Jabar dan Pemkot Depok, ” sebut Rinaldi.
Mengenai potensi dalam perolehan pajak serta sumbangsih dari kendaraan bermotor, untuk pemerintahan Jawa barat,menurut Rinaldi Pemkot Depok termasuk dalam rating ke 5 besar dari daerah lainnya di Jawa barat yaitu di lihat dari segi penduduknya banyak ,juga jenis mobilnya pun terbilang mewah ,” pungkasnya .(wismo).



Komentar
Posting Komentar