Paguyuban Ex Karyawan Depkes RI Pertanyakan keberadaan Rumah Contoh Tak Berijin .
PantauTerkini 01,Depok- Pembangunan rumah contoh permanen di lokasi kavling Deskes, RW 17 kelurahan Pancoran Mas , Depok dipertanyakan Warga Paggupan ex Karyawan Depkes RI.
Surat permohonan penghentian kegiatan pembersihan dan perataan lahan kavling Depkes seluas 23 Ha di RT 002/RW 17, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok pun diduga sudah habis di bulan Juni 2025.
Sementara dari pantauan dilokasi lahan tersebut telah berdiri satu unit bangunan permanen seperti rumah contoh yang di duga pembangunan nya belum da ijin.
Pembangunan rumah contoh dipertanyakan terutama oleh pagguyuban karyawan ex Depkes RI.
Paguyuban Karyawan ex Depkes yang diketuai Hutabarat telah menyampai kan somasi dan keberatannya kepada Muspida BPN, Polresta Depok, dan unsur lainnya.
Pembangunan rumah contoh yang dibangun oleh Grand Citra Citayam dipimpin Ahmad Hidayat Asegaf (AHA) dilakukan sejak bulan mei-yuni dan bulan Juni 2025 sudah ijin hampir selesai.
Sedangkan hingga saaat ini puluhan penggarab lahan kavling ex Depkes tersebut baru beberapa orang saja yang telah menerima dana kerohiman garapan dari AHA. dan masih banyak yang belum menerimanya.
"Para penggarap mengaku hanya menerima janji janji saja dari pengembang mau dibayarkan dana kerohiman."ujar Nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Warga juga mempertanyakan keberadaan dua unit alat berat ekskavator yang digunakan pengembang bisa masuk sampai ke lokasi tanah kav Depkes.
Keberadaan pengembang yang melakukan pematangan lahan dan menebang pohon tanpa membuat saluran air membuat banjir jika turun hujan di RT 003/RW17.ddekatrumah yang bawah milik seorang anggota dewan.
Anggota DPRD Depok Imam Musanto mengaku terdampak akibat pembangunan tersebut.Ketika hal tersebut di tanyakan kepada Imam Musanto anggota DPRD Depok yang rumah juga terkena dampak banjiran, ia mengatakan, diduga akibat pengerjaan pemandangan lahan pengembang membuat banjir di RT 3 RW 17 Kelurahan Pancoran mas Depok.
" berapa bulan laluu yang itu banjir sampai 2 meter ketinggiannya. setiap turun hujan kami masyarakat warga tersebut terkena dampak banjir. Sementara sebelumnya enggak pernah banjir." ujarnya serius.
Dirinya menduga dan memprediksi banjir tersebut diakibatkan karena kerutan lahan sekhingga membuat pendangkalan dasar sungai pada akhirnya aliran air itu yang yang terjadi terhambat'..
"Jadi ketika hujan turun gelontoran air tersebut warnanya merah dan sudah bercampur lumpur warna tanah ya bukan bening lagi."terangnya.(Tim).


Komentar
Posting Komentar