Hajah Endah Winarti SH : Masyarakat Mengeluh Kurang nya Sosialisasi Perubahan Sistem Penerimaan Siswa Baru
Hajah Endah Winarti SH menyerahkan berkas laporan kepada Ketua DPRD kota Depok Ade Supriatna.
Hajah Endah Winarti SH : Masyarakat Mengeluh Kurang nya Sosialisasi Perubahan Sistem Penerimaan Siswa Baru
Pantau.co.id,Depok- Partai Demokrat dalam laporan pelaksanaan resesnya yang disampaikan Hajah Endah Winarti SH menyoroti beberapaasalah yang dihadapi masyarakat .
Diantaranya keluhan masyara kat berkaitan dengan keterba tasan daya tampung pada sekolah negeri di seluruh jenjang SD SMP SMA yang belum mampu mampu seluruh calon peserta didik memenuhi persyaratan.
Hal ini menyebabkan banyak orang tua siswa merasa dirugikan karena tidak dapat mengakses sebuah sekolah negeri Besar Mereka kemudian terpaksa mencari alternatif pada sekolah swasta yang biasanya jauh lebih tinggi menjadi beban berat bagi keluarga khususnya yang penghasilannya rendah.
Juru bicara Fraksi Demokrat DPRD kota Depok Hajah Endah Winarti SH mengatakan hal itu dalam laporan pelaksanaan Rapat Paripurna Masa Sidang Ke dua Tahun 2025 hari Senin (19/05/2025).
Dikatakan, selain itu masyara kat mengeluhkan kurangnya sosialisasi pemahaman mengenai mekanisme dan persyaratan Sistem Peneri maan Murid Baru (SPMB) yang baru sehingga menimbul kan kebingungan ketidakpas tian dalam proses pendaftaran.
" Adanya perubahan sistem dari PPDB ke SPMB tanpa diiringi pendampingan yang memadai nilai-nilai memper parah kesulitan dalam proses administrasi dan teknis pendaftaran." Ujarnya.
Menurutnya, hal ini memicu ketidakpuasan keresahan meluas di kalangan calon peserta didik dan orang tua.
Suasana Sidang Paripurna DPRD Kota Depok Masa Sidang ke -2 tahun 2025.Hajah Endah dari Partai Demokrat juga menyoroti pentingnya penyediaan pendidikan inklusif yang layak dan berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus oleh pemerintah Kota Depok.
Dengan penyediaan pendidi kan inklusif diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusif melalui penambahan tenaga pendidik khusus, penyediaan sarana pelajaran adaptif dan kebijakan afirmatif yang mendukung integrasi anak-anak, tambahnya.
Hajah Endah menilai tidak kalah penting aspirasi masyarakat yang menyoroti masalah pemerataan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan di wilayah di seluruh jenjang pendidikan, terangnya.
Meski diakui pemerintah kode Depok telah berupaya meningkatkan jumlah Sekolah Negeri kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak kesenjangan fasilitas antar sekolah baik dari sisi ruang kelas, tenaga pengajar, laboratorium, perpustakaan hingga sarana pendukung belajar lainnya.
"Kesenjangan ini turut mempengaruhi kualitas pendidikan yang diterima peserta didik." ujarnya.
Sementara itu dalam kunjungan resesnya di wilayah Kelurahan Abadi Jaya dimana warga mengeluhkan kebera daan mobil besar milik DLHK yang parkir sembarang an di Jalan Bahagia Raya yang mengakibatkan kurangnya fasilitas parkir di Gedung Samina yang sering digunakan untuk acara keluarga sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar, terangnya.
Selain itu warga setempat meminta perhatian terhadap gorong-gorong yang tersum bat, warga juga mengusulkan penyamaan tarif pemakaman yang dirasa memberatkan, pungkasnya.(Wismo).


Komentar
Posting Komentar