Ahli Waris Makam Keramat Sambi Empi Shiun Cisalak Menolak Relokasi Makam
Ahli Waris Makam Keramat Sambi Empi Shiun Cisalak Menolak Relokasi Makam.
PantauTerkini.com,Depok- Ahli waris Keramat Sambi Empi Shiun, Madi dan keluarganya menyatakan menolak adanya rencana relokasi atau pemindahan makam Keramat Sambi Empi Shiun.
Pemindahan makam kramat terkaitl dengan pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang terletak di Kelurahan Cisalak Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.
Pertemuan keluarga besar ahli waris Empi shiun berlangsung Selasa malam dirumah kediaman Madi di Kelurahan Cisalak RT 02/03 Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Selasa malam, (07/01/25).
"Kami mendukung pemerintah untuk menjaga dan meles tarikan Situs Cagar Budaya Keramat Sambi Empi Shiun."ujar Madi.
Situs Cagar Budaya Keramat Sambi Empi Shiun terletak di kawasan Kampus UIII Kelurahan Cisalak Kecamatan Sukmajaya Kota Depok yang sudah berada sejak ratusan tahun yang lalu. Keramat Sambi setiap hari selalu di kunjungi banyak orang yang ingin berziarah.
Salah satu ahli waris keturunan Empi Shiun , Madi beserta keluarganya ingin makam Empi Shiun tetap berada di tempatnya dan di lestarikan sebagai Situs Cagar Budaya Kota Depok,
" Empi Shiun adalah Empi saya yang memang di makamkan pada ratusan tahun yang lalu, karena Empi Shiun tadinya ilmunya tinggi dan sakti maka sejak di makamkan banyak orang yang datang untuk berziarah untuk mencari karomahnya".terangnya.
"Karena dari keluarga saya tidak ada yang sempat untuk mengurus, makam itu tidak ada yang menjaganya. Tapi setelah datangnya Abah Sumarna makam Empi Shiun bisa terawat dan di buatkan Musholla dan kamar mandi untuk para penziarah yang ingin menunaikan ibadah shalat, dan dibuatkan saung untuk beristirahat." tambah Madi.
Maka dari itu saya beserta keluarga ingin makan Empi Shiun ini tetap berada di tempatnya agar bisa menyatukan seluruh keluarga besar keturunan Empi Shiun bisa saling mengenal dan seluruh masyarakat bisa berziarah seperti biasanya. Saya takut kualat kalau kata orang Cisalak mah, tambahnya.
Terkait dengan maraknya tentang adanya uang kerohiman bagi para penggarap lahan, Madi mengatakan, "Saya sudah tidak punya tanah garapan di area itu hanya makam aja yang jumlahnya sekitar 10 makam. Tanah garapan saya sudah saya oper alih kepada orang lain beberapa tahun yang lalu". Pungkasnya Madi. (Wismo).

Komentar
Posting Komentar