Prosentasi Stunting Di Depok Tahun 2024 Tercatat 3,58 %.

Prosentasi Stunting Di Depok Tahun 2024 Tercatat 3,58 %.
Pantau.co.id,Depok-Dinas Kesehatan Kota Depok gelar kegiatan publikasi stunting yang diikuti tidak kurang 200 orang kader posyandu dan kasi kesmas dan lain lain di Gedung Baleka Kota Depok,Jumat (01/11/2024). Dengan kegiatan ini kita berharap mendapat penguatan semua lintas sektor terkait dengan akselerasi penurunan dan pencegahan stunting di Depok. Sektretaris dinas kesehatan Depok Yuliandi lebih lanjut mengatakan,dengan adanya publikasi ini kita tahu posisi kita di mana dan kita dapat mengambil langkah-langkah selanjutnya dengan data-data yang ada di hari ini tercatat 3,58% dengan angka absolut 3037 balita kategori stunting. Oleh karena itu kita usahakan setiap tahun harus turunkan angka itu terutama yang memang bisa kita turunkan anak-anak bayi berusia di bawah 2 tahun. Yuliandi menambahkan, karena itu dalam dalam akselerasi penurunan dan pencegahan stunting itu tidak bisa bekerja Dinas Kesehatan sendiri saja,tetapi juga harus melibatkan banyak dinas lain dan banyak orang. Ia mengatakan, mengatakan stunting adalah bukan soal kemiskinan yang menjadi fokus utama,tetapi bagaimana edukasi masyarakat perilaku masyarakat hidup bersih, vaksinasi yang lengkap, gizi yang seimbang, ASI eksklusif itu yang akan kita tekankan, tegasnya. Kami mengajak teman-teman dan kader posyandu untuk memantau mengajak mereka semua yang punya balita itu harus melakukan pemeriksaan kesehatan, penimbangan baik ataupun kalau mereka periksa di swasta ikut melaporkannya. Pada sisi lain Yuliadi mengakui, perkembangan,penambahan atau pengurangan balita di kota Depok lantaran tingkat urbanisasi begitu tinggi, sehingga, mempengaruhi juga presentasi angka stunting di Kota Depok. "Hal ini bisa saja terjadi karena Depok sebagai kota penyangga DKI sehingga penambahan penduduk itu cepat sekali," terangnya. Sering terjadi ada balita ketika kita telusuri (pendataan) ternyata ktp-nya bukan KTP Depok,meski demikian kita tetap akan layani selama mereka bertempat tinggal di kota Depok, ya semua kita layani. Menyinggung kabar gembira bagi posyandu dengan penam bahan dana operasional tiap bulannya sebesar 500 ribu rupiah, Zakaria dari Dinas Kesehatan setempat, mengatakan, 500 ribu per bulan itu untuk posyandu untuk operasional. Dikatakan, selama ini yang baru diberikan Pemkot Depok kepada posyandu adalah insentif sebesar 1.5 juta rupiah tapi di tahun depan ditambah 500 ribu rupiah untuk operasionalnya.(Wismo)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPMB di SMP 11 Depok Bersih tak ada siswa siluman.

Hajah Aliya Suprihatin M M Terpilih Menjadi Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Sukmajaya Periode 2025-2030

Kampung Serap Depok Kembali Memanas Enam Orang Luka "Bacok" Akibat Bentrok Dua Kelompok Massa.