Dinsos Depok Di Kampung Galeri Pelangi, Buka Jalan Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif untuk Anak Istimewa

 

Kadis Sosial Kota Depok -Utang Wardaya didepan Stand Dinas Sosial Yang Mensosialisasikan Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif Anak Istimewa RKAI.Rabu(14/07/2026).


Dinsos Depok  Di Kampung Galeri Pelangi, Buka Jalan Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif untuk Anak Istimewa


Platmerah.net,Depok- Riuh Tarian  anak-anak PAUD Gratis  dan warga mewarnai Acara Lounching Kampung Gelei Pelangi di RW 12 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Rabu [14 Juli 2026.



Hari itu Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Watdaya, mengisi acara  Kampung Galeri Pelangi dengan membuka Stand Pelayanan Dinas Sosial Depok.


Di  warna-warni  Stand dan  UMKM, ada dua hal yang paling dicari warga di stan Dinsos, informasi beasiswa Kuliah Gratis dan Rumah Kreatif Anak Istimewa.


Disebutkan Utang Wardaya Pemkot Depok Melalui Dinas Sosial,bekerja sama dengan 25 Kampus, memberikan Beasiswa bagi pemuda pemudi Kota Depok


Terlihat antrean   warga meminta informasi  terkait pendidikan gratis.


Ada diantara menanyakan mereka  bertanya,Beneran gratis, Pak?"


"Ini perlu diperhatikan. Mungkin ada masyarakat yang mau kuliah tapi tidak ada biaya. Bisa di-cover dari beasiswa Pak Wali Kota. Alhamd ulillah ada 25 perguruan tinggi yang bisa dipilih," kata Utang Watdaya di lokasi.


Bagi keluarga di Pengasinan dan sekitarnya, program ini jadi secercah harapan. Selama ini biaya kuliah sering jadi tembok. 


Kini Pemkot Depok mencoba meroboh kannya lewat jalur beasiswa.


Rumah Kreatif, Tempat Anak Istimewa Berkarya Tanpa Biaya.


Program kedua yang disorot adalah Rumah Kreatif Anak Istimewa atau RKAI. Ini inisiatif baru Dinsos Depok untuk member dayakan penyandang disabilitas.


"Ini sarana yang cukup penting buat warga masyarakat. Untuk membina, memberdayakan anak-anak yang penyandang disabilitas agar bisa punya kemampuan yang positif di keluarga maupun di lingkungan," jelas Utang.


Di RKAI, anak ABK tidak hanya belajar akademik. Mereka dilatih fisik, mental, hingga spiritual melalui kegiatan melukis, menyanyi, dan keterampilan lain. Pelatihnya didatang kan dari tenaga profesional.


Saat ini Dinsos mencatat sudah 65 hingga 68 anak istimewa di Depok yang masuk tahap verifikasi dan asesmen.


Tantangannya masih di sarana. Gedung khusus belum ada. Alat-alat juga masih meminjam. 


"Alat-alatnya memang sementara kita pinjam sebagian. Ada yang punya dinas terkait. Misalkan untuk alat musik kita pinjam," terang Utang.


Meski begitu, satu hal yang pasti ini semuanya gratis. 


"Ini gagasan Pemkot Depok. Suatu pelayanan tanpa biaya untuk keluarga masyarakat. Untuk melatih keterampilan maupun kreasi dari anak-anak istimewa. Minimal mereka tidak berbayar," tegasnya.


*Bukan Pengganti Sekolah, Tapi Penguat Potensi*


Utang meluruskan, RKAI tidak untuk menggantikan sekolah inklusi di SMP dan SMA negeri yang sudah ada di Depok.


"Memang sekolah negeri juga menerima anak berkebutuhan khusus. Tapi persentasenya perlu ditambah. Nah RKAI ini istilahnya menguatkan. Menguatkan perkembangan anak," ujarnya.


"Jadi yang punya keahlian, punya hobi, punya potensi diri yang bisa disalurkan, saya pikir RKAI bisa mewadahi itu," tambahnya.


Hingga kini Depok memang belum memiliki sekolah khusus negeri dengan model seperti RKAI. Karena itu, RKAI hadir sebagai ruang tambahan. Tempat anak istimewa bisa mengeksplorasi bakat tanpa beban biaya.


Peresmian _Kampung Galeri Pelangi_ hari ini bukan hanya soal seni dan kreativitas warga. Tapi juga tentang memastikan tidak ada anak Depok yang tertinggal. Baik karena tidak mampu bayar kuliah, maupun karena keterbatasan fisik.


Dari sebuah RW di Sawangan, Depok mencoba memulai. Dengan galeri, dengan pelatihan, dan dengan harapan.(wis).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPD BKMT Kota Depok Lantik Pengurus BKMT Kecamatan Limo, Perkuat Syiar Islam dan Majelis Ilmu

Jumat Bersih di RW 03 Cipayung, Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan dan Terima Bantuan Peralatan

Warga RW01 Jatijajar Desak Wali Kota Depok Evaluasi SK Pengurus DKM Masjid Dhyufurrahman